Such a perfect thing

What do you call it when you have a bad experience that you knew it could have been prevented? Whatever it is called, I just had one this afternoon.

Pagi ini bos minta diambilin CD kampanye katarak di salah satu badan pemerintah yang khusus nanganin kesehatan. Setelah bikin janji mau ketemu sekitar jam 2an, sama orang yang in charge disana untuk ambil tu CD, berangkatlah tadi jam 1.30an.

TERNYATA EH TERNYATA… Mampang macet beraaaatttttt… (padahal dapet mobil kantor juga maksain make sebelom bos make nanti jam 3). Belom lagi, ac mobil yang ternyata rusak, huaaahhh.. makin menambah kenikmatan perjalanan!

Jarak yang biasanya cuma ditempuh dalam waktu 20menitan, tadi siang menjadi 1jam! Geraaaahhhhhh maaakkkkk!!!!

Sampe disana, langsung loncat dan setengah berlari-lari naek ke atas (secara diburu waktu juga), naek lift (uuuhh… lama banget) dan lari lagi sampe ke ruang 715.

“Permisi, Dr. Wira ada, tadi saya udah janjian, mau minta CD kampanye katarak”, kata gue sambil ngos2an…

“Oh itu di mejanya, kesana aja Mbak”, kata yang jaga meja penerima tamu.

“Mbak Nenny, saya kira nggak jadi datang” senyumnya menyambut kedatangan gue -– bikin curiga aja, ada apa nih senyum2, tumben…

“Saya baru engeh kalo semua CD kita disimpen di lemari itu” sambil nunjuk ke sebuah lemari di pojokan ruangan. “Trus kuncinya ternyata saya lupa bawa.”

HEEEGGGHHH.. POOWWW… BRAAAKKKSSS… DUEEEENGGG…

Feels like I’ve just been beaten up by orang sekampung!!

Why didn’t you call me?? Why couldn’t you let me know this morning?? Why the suspicious smile?? WHY?? WHY??

Hmmmpppfffhhh…

Leave a Reply